Welcome to my Mathematics blog

In this blog you wil find the the used of mathematics in any place in daily live

The Figures of Mathematic

These are some of many popular and important figures from mathematics help us somekind of theorem of mathetics

House with pyramid form

This is one of the use of mathematics concept called geometrical and many others concept that helm man built this house

Minggu, 30 Maret 2014

Bentuk Akar

Bilangan Rasional dan Irasional
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a/bdengan a, b bilangan bulat dan b ≠ 0. Bilangan rasional merupakan gabungan dari bilangan bulat, nol, dan pecahan. Contoh bilangan rasional adalah -5, -1/2, 0, 3, 3/4, dan 5/9.

Sebaliknya, bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk a/b dengan a, b bilangan bulat dan b ≠ 0.
Contoh bilangan irasional adalah . Bilangan-bilangan tersebut, jika dihitung dengan kalkulator merupakan desimal yang tak berhenti atau bukan desimal yang berulang. Misalnya

√2 = 1,414213562 .... Selanjutnya, gabungan anrara bilangan rasional dan irasional disebut bilangan real.


Bentuk Akar
Contoh bilangan irasional adalah √2 dan √5 . Bentuk seperti itu disebut bentuk akar. Dapatkah kalian menyebutkan contoh yang lain?Bentuk akar adalah akar dari suatu bilangan yang hasilnya bukan bilangan Rasional. Bentuk akar dapat disederhanakan menjadi perkalian dua buah akar pangkat bilangan dengan salah satu akar memenuhi definisi:
√a2 = a jika a ≥ 0, dan –a jika a < 0
Contoh :
Sederhanakan bentuk akar berikut √75
Jawab :
√75 = √25x3 = √25 x √3 = 5√3
          Konsep Kunci

    Untuk menyelesaikan masalah dalam bentuk akar ada beberapa metode yang bisa digunakan, yaitu:
            yaitu  dengan menggunakan tabel  pangkat dua seperti berikut:

      metode ini akan mudah untuk digunakan untuk membantu siswa contoh:
untuk mengecek pemahaman anda klik di sini


sumber file pribadi

Bilangan Bulat

Sejarah yang Berkaitan dengan Bilangan Bulat
Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, 3, ...) dan negatifnya    (-1, -2, -3, ...) ; -0 adalah sama dengan 0 sehingga tidak lagi dimasukkan secara terpisah). Bilangan bulat dapat dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.
Himpunan semua bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan Z (atau Description: \mathbb{Z}), berasal dari Zahlen (bahasa Jerman untuk "bilangan").
Himpunan Z tertutup di bawah operasi penambahan dan perkalian. Artinya, jumlah dan hasil kali dua bilangan bulat juga bilangan bulat. Namun berbeda dengan bilangan asli, Z juga tertutup di bawah operasi pengurangan. Hasil pembagian dua bilangan bulat belum tentu bilangan bulat pula, karena itu Z tidak tertutup di bawah pembagian.

Konsep Kunci Bilangan Bulat
    Sifat-sifat penjumlahan dan perkalian:
   Penjumlahan bilangan bulat negatif :

      Perkalian bilangan bulat :
   
    Pembagian bilangan bulat:
   



sumber :file pribadi

Sabtu, 29 Maret 2014

Fungsi


 Sejarah Fungsi
Galileo Galilei (1564-1642) merupakan salah satu astronom terkenal dari Italia yang dikenal luas dengan penemuannya tentang hubungan yang sangat teratur antara tinggi suatu benda yang dijatuhkan dengan waktu tempuhnya menuju tanah.

Konsep “fungsi” terdapat hampir dalam setiap cabang matematika, sehingga merupakan suatu yang sangat penting artinya dan banyak sekali kegunaannya. Akan tetapi pengertian dalam matematika agak berbeda dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari.Dalam pengertian sehari-hari, “fungsi” adalah guna atau manfaat.

Kata fungsi dalam matematika sebagaimana diperkenalkan oleh Leibniz (1646-1716) terlihat di atas digunakan untuk menyatakan suatu hubungan atau kaitan yang khas antara dua himpunan. Mengingat konsep fungsi menyangkut hubungan atau kaitan dari dua himpunan, maka disini kita awali dulu pembicaraan kita mengenai fungsi dengan hubungan atau relasi antara dua himpunan.

1.       Pengertian Fungsi
       Adalah relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B.
2.       Notasi dan Nilai Fungsi
        f : x à y atau f : x à f(x)
        Dibaca : fungsi f memetakan x anggota A ke y anggota B.
3.     Menyatakan Fungsi dalam Diagram Panah, Cartesius, dan Himpunan Pasangan Berurutan
            Contoh:
             Jika diketahui


  •      Dalam diagram panah, diagram Cartesius, himpunan pasangan berurutan dapat disajikan sebagai  berikut:
  1.          Diagram Panah


                  

   2.   Diagram Cartesius 


          3.       Himpunan pasangan berurutan

                R = {(0, 1), (1, 2), (2, 3), (5, 6)}

4.  Menentukan Rumus Fungsi Jika Nilainya Diketahui
     Diketahui f fungsi linear dengan f(0) = -5 dan f(-2) = -9. Tentukan bentuk fungsi f(x).
 ü  Penyelesaian :
      Karena f fungsi linear maka f(x) = ax + b.
      Dengan demikian diperoleh
      f(0) = -5
      f(0) = a(0) + b  = -5
                  0 + b =-5
                        b = -5
      f(-2) = -9
      f(-2) = a(-2) + b = -9
            -2a + (-5) = -9
                          a = 2
     Jadi fungsi yang dimaksud adalah f(x) = ax + b = 2x – 5

 5.     Menghitung Nilai Perubahan Fungsi Jika Nilai Variabelnya Berubah
Misalkan fungsi f ditentukan oleh f : x à 5x + 3 dengan domain {x/-1 ≤ x ≤ 3, x є bilangan bulat}. Jika variabel x diubah menjadi x + 3, maka nilai perubahan fungsi dari f(x) dan f(x+3) yaitu selisih dari keduanya.
Diketahui f(x)     = 5x + 3, maka
     f(x+3)           = 5 (x+3) +3
                          = 5x + 15 +3
                          = 5x + 18
Nilai perubahan fungsi dari f(x) menjadi f(x+3) adalah
                                      f(x+3)-f(x)           = (5x + 18) – (5x + 3)
                                                                                = 15.
6.      Grafik Fungsi (Pemetaan)
Grafik suatu pemetaan (fungsi) adalah bentuk diagram Cartesius dari suatu pemetaan (fungsi). Perhatikan contoh berikut:
Gambarlah grafik fungsi f : x à x+3 dengan domain
a: { x | 0 ≤ x ≤ 8, x € bilangan bulat },
b: { x | 0 ≤ x ≤ 8, x € real }.
Penyelesaian:
Untuk memudahkan menggambar grafik fungsi f : x Ià x+3, kita buat terlebih dahulu tabel yang 
memenuhi fungsi tersebut, sehingga diperoleh koordinat titik-titik yang memenuhi.
Gambar grafik dari tabel di atas:

Berdasarkan grafik fungsi f : x à x + 3 dengan domain {x | 0 ≤ x ≤ 8, x € bilangan real} berupa
titik-titik noktah saja,akan tetapi bagaimana jika titik-tik tersebut dihubungkan?
Berdasarkan grafik fungsi f : x à x + 3 dengan domain {x | 0 ≤ x ≤ 8, x € bilangan real} jika titik-titiknya dihubungkan ternyata akan membuat garis
ü  Mengapa demikian?
      Fungsi f pada himpunan bilangan real (R) yang ditentukan oleh rumus f(x) = ax + b dengan a, b € R dan a ≠ 0 disebut fungsi linear. Grafik fungsi linear berupa suatu garis lurus dengan persamaan y = ax + b.
      Dari kedua grafik fungsi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jika domain dan kodomainya hanya terbatas pada himpunan bilangan bulat rangenya dapat digambarkan dengan noktah-noktah saja namun jika domain dan kodomainnya diperluas pada himpunan bilangan riil, rangenya dapat ditunjukkan dengan garis yang melalui noktah-noktah tersebut.
       
Perhatikan deretan rumah di suatu kompleks rumah (perumahan). Setiap rumah memiliki nomor rumah tertentu yang berbeda dengan nomor rumah yang lain. Mungkinkah satu rumah memiliki dua nomor rumah? Atau mungkinkah dua rumah memiliki nomor rumah yang sama? Tentu saja jawabannya tidak. Keadaan sebuah rumah memiliki satu nomor rumah atau satu nomor rumah dimiliki oleh sebuah rumah dikatakan sebagai korespondensi satu-satu.
 Contoh lain:
Jika ibukota propinsi yang terdapat di pulau Kalimantan dikelompokkan dalam himpunan A dan propinsi yang terdapat di pulau Kalimantan dikelompokkan dalam himpunan B, maka relasi ibukota propinsi dari himpunan A ke himpunan B dinyatakan dalam diagram panah sebagai berikut.
A = { Banjarmasin, Samarinda, Palangkaraya, Pontianak }
B = { Kalimantan selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat }



Sebaliknya apabila kita membuat relasi ibukotanya adalah dari himpunan B ke himpunan A, maka diagram panahnya adalah sebagai berikut.

Kedua relasi di atas adalah fungsi karena fungsi  dengan relasi “ibukota propinsi” memetakan himpunan A kepada himpunan B, sebaliknya fungsi dengan relasi “ibukotanya adalah” memetakan himpunan B kepada himpunan A. Pemetaan yang bersifat bolak-balik atau dua arah ini disebut korespondensi satu-satu.
Dari uraian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa Korespondensi satu-satu adalah fungsi yang memetakan anggota dari himpunan A dan B, dimana semua anggota A dan B dapat dipasangkan sedemikian sehingga setiap anggota A berpasangan dengan tepat satu anggota B dan setiap anggota B berpasangan dengan tepat satu anggota A. Jadi, banyak anggota himpunan A dan B harus sama atau n(A) = n(B). banyak korespondensi satu-satu yang mungkin antara himpunan A dan B adalah n! = n x (n – 1) x (n – 2) x ... x 3 x 2 x 1. n! dibaca : n faktorial.


sumber: file pribadi

Senin, 24 Februari 2014

Bangun Ruang Prisma

Bangun ruang adalah materi dasar yang sangat penting apalagi bagi kita yang mengkhususkan diri mempelajari Geometri. Terlebih lagi dalam dunia kearsitekan bangun ruang merupakan salah satu instrumen terpenting bagi seorang arsitek untuk mendesain bangunan yang akan dibangun.Salah satunya adalah prisma. Untuk lebih memahami materi bangun ruang prisma serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dapat anda dapatkan materinya pada link di bawah ini
Materi bangun ruang prisma.pdf

Lembar Kerja Kelompok Bangun Ruang Prisma

Untuk lebih memeperdalam pengetahuan kita dalam mempelajari bangun ruang kali ini kami membuat sebuah kerja kelompok bagi anda untuk lebih mematangkan konsep anda silahkan cek lembarkerja kelompok pada link di bawah ini
.lembar kerja kelompok.pdf